Share Islam

supporting Share Islam on Facebook

Kekafiran

A. Menyembah selain Allah
 

"Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. " QS 23:117

"Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja." QS 60:4

B. orang kafir adalah orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat, Malaikat, kitab dan para
Nabi sesuai dengan sifat dan apa yang dijelaskan pada Al-Qur'an juga Hadits. Satu aja gak diimani, maka dia telah kufur


"Iman itu adalah engkau (1) beriman kepada Allah, (2) malaikat-malaikat-Nya, (3) Kitab-kitab-Nya, (4) Rasul-rasul-nya (5) dan hari Akhir, serta (6) beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk." (HR Muslim)
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi  QS 2:177"
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya,  QS49:15


C. orang yang tidak percaya Al-Qur'an dan membenarkannya


"Dan orang-orang kafir berkata: "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadap kan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman." QS 4:31

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih."
QS 16:104


D. mempercayai ada tuhan selain Allah, adalah kafir.


"Katakanlah: " Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya." QS 34:22

E. mempersekutukan Allah

"Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun?" QS 7:192

F. mempercayai dukun dan peramal

"Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal atau dukun, kemudian membenarkan apa yang ia katakan maka orang itu telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad." (HR Ahmad)

G. Orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir beserta kejadian-kejadiannya, hisabnya dan sebagainya seperti telah dijelaskan pada Al-Qur'an dan hadits


Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), QS 9:29

H. tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), QS 9:29
tidak beragama dengan agama yang benar, yaitu Islam

"Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." QS 109:1-6

Mengenai Pilkada DKI Besok

Mengenai pilkada DKI besok.


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." QS 5:51

Lihat larangan yang lain dalam QS 3:118, 4:89, 4:144, 5:57, 9:23, 60:1


Toleran dalam Islam yaitu membolehkan mereka beribadah masing-masing. Tapi tidak sampai menjadikan pemimpin.

Kualitas leadershipnya kita belum tahu pasti apakah 5 tahun ke depan baik atau buruk. Tetapi akidahnya kita sudah tahu pasti.

Pilihlah pemimpin yang Islam, sesungguhnya yang dapat memperbaiki kehidupan kita adalah Allah. Yang dapat menolong kita orang-orang Islam sendiri, bukan orang kafir.

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, "QS 5:55

"Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang." QS 5:56

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. " QS 98:6


Bukankah kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang ada di Jakarta itu ada pada Allah? Makanya rakyatnya pada bertakwa dong.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. " QS 65:2


Wajar sih Jakarta jelek banyak korupsi, ancur lebur. Orang rakyatnya juga ngasal, judi, miras, dugem, zina, gak tutup aurat kok.

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." QS 7:96


Semoga tulisan ini dapat membawa manfaat. 


___________________________________________________________________________________________________________ Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Keutamaan Dakwah


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Haramnya menyentuh perempuan bukan Mahram

Dikirim ke member Share Islam : 01 May at 04:21

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

mungkin sebagian dari umat muslim sekarang tidak memperhatikan hal ini. bisa dilihat di lingkungan kita banyak laki-laki dan wanita yang dalam cara bergaulnya sudah keluar dari syariat-syariat Islam yang telah ditetapkan Allah.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS 51:56)

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS 4: 59)

Diantaranya yang akan dibahas juga adalah masalah menyentuh perempuan bukan mahram. Mungkin sudah biasa sekali kita lihat laki-laki dan wanita bukan mahram saling tos-tosan, colek-colek maupun bersalaman, padahal ini adalah perbuatan yang haram.

Pembahasan Ini dibagi dua bagian
A. Dalil haramnya menyentuh wanita bukan mahram
B. Dalil siapa saja mahram

A.

1.)
Nabi shallallahu'alaihi wasallam : 'Tertusuknya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum besi, (itu) lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya". (HR ath-Thabrani)

2.)
dari Aisyah radhiyallahu 'anha, mengatakan, 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaiat wanita cukup dengan lisan (tidak berjabat tangan) dengan ayat ini; 'Untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun….' sampai akhir (QS. Almumtahanah 12) kata Aisyah; Tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sama sekali tidak pernah menyentuh wanita selain wanita yang beliau miliki (isterinya). '(HR Bukhari dan Muslim)

3.)
dari Asma' binti Yazid dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan seorang wanita (yang bukan mahram)." (HR Ahmad)

4.) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR Muslim)

Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom dan di sini disebut dengan zina sehingga ini menunjukkan haramnya. Karena ada kaedah: “Apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”




B. Lalu siapa yang mahram dan yang bukan mahram?

- Mahram karena nasab

1.)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka.” (QS 24:31)

2.)
"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 4:23)



- Mahram karena persusuan

1.)
dari `Aisyah radhiyallahu `anha, beliau berkata, “Termasuk yang di turunkan dalam Al Qur’an bahwa sepuluh kali persusuan dapat mengharamkan (pernikahan) kemudian dihapus dengan lima kali persusuan.” (HR. Muslim)

2.)
“Juga ibu-ibu yang menyusui kalian serta saudara-saudara kalian dari persusuan.” (QS 4: 23)


- Mahram karena pernikahan

1.)
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka,atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka.” (QS 24: 31)

2.)
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu (ibu tiri).” (QS 4: 22)

3.)
“Diharamkan atas kamu (mengawini) … ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, dan istri-istri anak kandungmu (menantu).” (QS 4: 23)



semoga bermanfaat

dan semoga laki-laki yang terbiasa menyentuh perempuan yang bukan mahramnya dan perempuan yang terbiasa menyentuh laki-laki yang bukan mahramnya diberi hidayah oleh Allah dan diberi kemudahan agar dapat menjauhkan perbuatan haram tersebut.

alhamdulillah

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Berjabat Tangan

Dikirim ke member Share Islam : 26 April at 06:36

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

minggu lalu kan ada pembahasan tentang pentingnya salam dalam hubungan sesama muslim.
nah sekarang pentingnya berjabat tangan ketika bertemu sesama muslim :D


1.)
dari Qatadah dia berkata aku bertanya kepada Anas; "Apakah diantara para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sering berjabat tangan?" dia menjawab; "Ya." (HR Bukhari, Tirmidzi)

2.)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dua orang bertemu kemudian saling berjabat tangan dan memuji Allah serta meminta ampun kepada-Nya, maka keduanya akan diberi ampunan." (HR Abu Daud)

3.)
dari Anas bin Malik berkata: "Apabila ada seseorang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa Salam lalu berjabat tangan dengannya, beliau tidak melepaskan jabatan tangannya sampai lelaki tadi yang melepaskannya terlebih dahulu, dan beliau tidak memalingkan wajahnya dari wajah orang yang menemuinya sampai lelaki itu yang terlebih dahulu memalingkan wajahnya." (HR Tirmidzi)

4.)
dari Abu Ishaq dari Al Barra` bin 'Azib ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum berpisah." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Daud)

5.)
dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda; "Kesempurnaan penghormatan diantara kalian adalah berjabat tangan." (HR Ahmad, Tirmidzi)




Tapi tidak ke lawan jenis ya hehe :D

1.)
Nabi shallallahu'alaihi wasallam : 'Tertusuknya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum besi, (itu) lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya". (HR ath-Thabrani)

2.)
dari Aisyah radhiyallahu 'anha, mengatakan, 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaiat wanita cukup dengan lisan (tidak berjabat tangan) dengan ayat ini; 'Untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun….' sampai akhir (QS. Almumtahanah 12) kata Aisyah; Tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sama sekali tidak pernah menyentuh wanita selain wanita yang beliau miliki (isterinya). '(HR Bukhari dan Muslim)

3.)
dari Asma' binti Yazid dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan seorang wanita (yang bukan mahram)." (HR Ahmad)




semoga bermanfaat
dan semoga laki-laki yang terbiasa menyentuh perempuan yang bukan mahramnya dan perempuan yang terbiasa menyentuh laki-laki yang bukan mahramnya diberi hidayah oleh Allah dan diberi kemudahan agar dapat menjauhkan perbuatan haram tersebut.

alhamdulillah

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Tebarkanlah Salam

Dikirim ke member Share Islam : 18 April at 19:30

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)

dari Abdullah bin 'Amru bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Islam manakah yang paling baik?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal". (HR Bukhari)


Bagaimana jika kita diucapkan salam oleh saudara semuslim kita?

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. QS 4:86


Bagaimana jika kita diucapkan salam oleh orang Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)?


dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Jika Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka jawablah; Wa'alaikum.' (HR Bukhari dan Muslim)

semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Kesalahan Message Saya

Dikirim ke member Share Islam : 11 April at 07:25



Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

kali ini, saya ingin mengkoreksi kesalahan saya dalam message sekitar bulan Agustus pada tahun 2009,

waktu itu saya berpendapat
"Makmum pada shalat berjama'ah wajib membaca kembali Sami'allahu liman hamidah, walaupun Imam sudah membacanya"

dengan dalil sebagai berikut
1. "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca : 'Sami'allahu liman hamidah' (Allah mendengar orang yang memuji-Nya, kemudian beliau membaca : 'Rabbana wa lakal hamdu (Wahai Rabb kami, segala puju adalah milik-Mu).'" (HR Bukhari)

2. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Shalatlah sebagaimana kalian melihatku mengerjakan shalat." (HR Bukhari dan Ahmad)

3. lalu juga hadits "Hanyalah seorang dijadikan sebagai imam untuk diikuti, apabila dia ruku' maka ruku'lah, apabila dia bangkit, maka bangkitlah, apabila dia shalat dengan duduk maka duduklah." (HR Bukhari dan Muslim)



Kesimpulan waktu itu :
Maka makmum seharusnya membaca : "Sami'allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu" juga.


_______________________________

Setelah itu, saya menemukan dalil-dalil lain yang bertentangan dengan kesimpulan diatas.

1. dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : 'Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda " Apabila imam mengucapkan: sami'allahu liman hamidah, maka ucakapkanlah: rabbana lakal hamdu." (HR Bukhari dan Muslim)

2. dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, berkata : 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terjatuh dari kudanya maka lecet atau robek kulit sisi tubuhnya yang kanan. Maka, kami masuk menemui beliau dan kami menjenguknya, dan tibalah waktu shalat kemudian beliau shalat bersama kami dengan duduk dan kami shalat di belakang beliau dengan duduk, setelah shalat selesai beliau bersabda : "Hanyalah seorang dijadikan sebagai imam untuk diikuti, apabila dia bertakbir maka bertakbirlah, (apabila dia shalat berdiri maka shalatlah dengan berdiri) apabila dia sujud maka sujudlah, apabila dia bangkit maka bangkitlah, apabila dia mengatakan : sami'allahu liman hamidah, maka katakanlah : rabbana wa lakal hamd, apabila dia shalat dengan duduk maka shalatlah dengan duduk seluruhnya." (HR Bukhari dan Muslim)


Kesimpulan : Apabila Imam mengatakan : sami'allahu liman hamidah, maka Makmum membaca : rabbana wa lakal hamd atau rabbana lakal hamd atau bacaan lain yang terdapat dalam kitab-kitab Shahih.


demikian koreksi saya atas message yang saya kirim dahulu. oleh karena itu saya mohon maaf atas koreksi yang lama sekali hampir 2 tahun dikarenakan saya mencarinya betul-betul. saya mencegah agar tidak terdapat kesalahan mengenai ini kembali.

alhamdulillah

mohon maaf sekali lagi
semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Taubat (2)

Dikirim ke member Share Islam : 01 April at 21:41

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

Ini adalah tulisan yang kedua mengenai Taubat. sebelumnya Taubat pernah dibahas, dan dapat dilihat kembali pada http://shareislamyuk.blogspot.com/2011/04/taubat-1.html


Adapun tulisan kedua ini, akan dibahas mengenai Hadits Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim.

dalam Hadits ini, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan betapa senangnya Allah ketika ada hamba yang bertaubat :)


dari Abdullah berkata; 'Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah merasa bergembira karena taubatnya seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang berada di gurun sahara yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya serta perbekalan makanan dan minuman, kemudian ia tertidur.

Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya. Kemudian orang tersebut mencari hewan tunggangannya tersebut ke sana kemari hingga ia merasa haus. Setelah itu, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula sampai aku mati.'

Tak lama kemudian orang tersebut telah membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan bersiap-siap untuk mati. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya itu telah berada di sisinya dengan membawa bekal makanan dan minumannya. Sunguh kegembiraan Allah karena taubatnya seorang hamba-Nya yang beriman melebihi kegembiraan orang yang hewan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya ini." (HR Muslim)



kemudian dalam Al-Quran juga disebutkan bahwasanya janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." QS 39:53

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa," QS 3:133




semoga bermanfaat :D
wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim (2)

Dikirim ke member Share Islam : 29 March at 21:46

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

dari Ibnu Umar berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir' maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan kekufuran tersebut, apabila sebagaimana yang dia ucapkan. Namun apabila tidak maka ucapan tersebut akan kembali kepada orang yang mengucapkannya."

(HR Bukhari, Muslim, Ahmad)


Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim (1)

Dikirim ke member Share Islam : 24 March at 05:10

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia berkata,“Tidaklah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam disuruh memilih di antara dua perkara sama sekali, kecuali beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selama hal itu bukan merupakan dosa.

Jika hal itu merupakan dosa, maka beliau adalah manusia yang paling jauh dari dosa. Dan tidaklah beliau membalas dengan hukuman untuk (membela) dirinya di dalam sesuatu sama sekali.

Kecuali jika perkara-perkara yang diharamkan Allah dilanggar, maka beliau akan membalas dengan hukuman terhadap perkara itu karena Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Taubat (1)

Dikirim ke member Share Islam : 22 February at 20:21

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

kali ini kita akan membahas taubat...

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," QS 66:8

A. Syarat-Syarat Taubat

Imam an-Namawi menjelaskan syarat taubat ada tiga yaitu :
1. Orang yang berbuat dosa harus berhenti dan berlepas diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang selama ini pernah ia lakukan

2. Dia harus menyesali perbuatan dosanya tersebut.

3. Dia mempunyai tekad yang bulat untuk tidak mengulangi perbuatan itu.

4. Pernyataan bebas (keridhaan) dari hak orang yang dirugikan
Apabila perbuatan dosanya itu ada hubungannya dengan orang lain, maka di samping tiga syarat di atas, ditambah satu syarat lagi yaitu harus ada pernyataan bebas dari hak orang yang dirugikan itu.
Jika dirugikan hartanya, maka hartanya itu harus dikembalikan. Jika berupa tuduhan jahat, maka ia harus meminta maaf, dan jika berupa ghibah atau umpatan, maka ia harus bertaubat kepada Allah dan tidak perlu meminta maaf kepada orang yang diumpat.
Demikian yang dijelaskan oleh Imam An-Namawi rahimahullah dalam kitab Riyaadush Shaalihiin bab Taubat.

5. Ikhlas, semata-mata karena Allah subhanahu wa ta'ala.

6. Dilakukan pada saat diterimanya taubat.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruhnya) belum sampai di kerongkongan" (HR Tirmirdzi, al-Hakim, Ibnu Majah)

dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari sebelah barat(kiamat), maka Allah akan menerima taubatnya." (HR Muslim)


B. Perkara yang wajib dihindari dalam bertaubat

1. Terus menerus berbuat dosa.
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." QS 3:135
Para ulama mengatakan, "Tidak ada dosa kecil yang dilakukan terus-menerus dan tidak ada dosa yang besar yang diiringi dengan taubat kepada Allah Ta'ala."

2. Berbangga dengan perbuatan dosa
dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Setiap ummatku diampuni kecuali Mujaahirin." (HR Bukhari dan Muslim)

Mujaahir adalah orang yang bangga, menampakkan atau menceritakan dosanya kepada orang lain.
terdapat 5 kesalahan padanya yaitu :
1. Berdosa karena bermaksiat
2. Berdosa karena berbangga dosanya kepada orang lain
3. Berdosa karena telah membuka tutupan Allah
4. Berdosa karena telah membangkitkan semangat orang untuk berbuat dosa sepertinya
5. Berdosa karena manganngap remeh maksiatnya tersebut.

3. Tidak istiqamah dalam bertaubat
(akan dijelaskan pada message selanjutnya, insya Allah ehehe)


semoga bermanfaat
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Neraka

Dikirim ke member Share Islam : 12 February at 16:35

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

saya mohon maaf dulu bahwa beberapa bulan terakhir ini saya sangat jarang mengirimkan message Share Islam . hehe. mohon maaf karena satu dan lain hal saya jadi jarang.

kali ini, saya ingin kembali mengingatkan bahwa neraka tuh ga enak. hehe.


Di neraka. anginnya aja sangat panas

"Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih," QS 56:42

ada menu makanan yang bisa "dipesan".

"mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah," QS 78:24-25


"Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." QS 18:29


Hadits Rasullah shalallahu 'alaihi wasallam
Dari Anas bin Malik :
"Pada hari Kiamat nanti akan didatangkan penghuni Neraka yang ketika berada di dunia dia adalah orang yang paling banyak merasakan nikmatnya(dunia). Kemudian orang itu dicelupkan satu kali ke Neraja Jhannam lalu ditanya : 'Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan walau hanya sedikit? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan walau hanya sedikit?' Dia menjawab : 'Tidak, demi Allah, wahai Rabbku"
- Lihat : Shahihul Jami' no 7887

ada juga dari Anas bin Malik
"Dan didatangkan seorang penghuni Neraka, maka Allah bertanya kepadanya : 'Wahai anak Adam, bagaimana engkau mendapati tempatmu?'. Dia menjawab :'Wahai Rabbku, itu tempat yang terburuk." Maka ditanyakan kepadanya 'Apakah engkau akan menebusnya dengan emas sepenuh bumi?' Dia menjawab : 'Wahai Rabbku, tentu.' Allah berkata: 'Engkau berdusta, Aku dulu (di dunia) telah meminta kepadamu hal yang lebih kecil dan lebih remeh daripada itu, namun engkau enggan melakukannya.' Maka ia pun dilemparkan ke Neraka."
- Lihat : Shahihul Jami' no 7873

ada juga dari Anas bin Malik
"Akan dikirimkan tangisan kepada penduduk Neraka, maka mereka pun menangis sampai habis air matanya. Kemudian berganti menjadi (tangisan) darah, hingga darah itu di wajah mereka seperti (aliran) parit yang kalau diletakkan perahu di sana, niscaya bisa berjalan."
- Lihat : Shahihul Jami' no 7939

sedangkan dari an-Nu'man bin Basyir,
"Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzab-nya pada hari Kiamat adalah seseorang yang diletakkan di bawah kedua telapak kakinya dua bara api, yang karenanya mendidihlah otaknya."
- Lihat : Shahihul Jami' no 2031

semoga bermanfaat :D


Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Posisi Shalat Berjamaah yang Benar

Dikirim ke member Share Islam : 02 February at 17:41


Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

dikarenakan linknya tidak bisa dibuka, ini link barunya :D


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1898987394810&set=a.1898987314808.2114542.1245400586




maaf ya hehe
semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Mendatangi Dukun dan Peramal

Dikirim ke member Share Islam : 23 November 2010 at 07:03


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Perusak amal yang pertama sudah kita bahas sebelumnya, yaitu tentang orang yang tidak bisa menjaga dirinya ketika sendirian.

nah, sekarang kita bahas tentang rusaknya amal seseorang jika berhubungan dengan Dukun maupun Peramal.

Ramalan bintang yang isisnya berupa ramalan berbagai peristiwa yang terjadi di muka bumi berdasarkan perjalanan bintang, yang pelakunya mengangap bahwa mereka mengetahui apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi, adalah haram berdasarkan al-Qur-an, as-Sunnah dan kesepakatan seluruh ulama.

Islam mengharamkan imbalan yang diperoleh dari hasil perdukunan.

Islam juga mengharamkan segala bentuk hubungan dengan emreka kecuali dalam rangka melarangnya atau menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar sebagaimana yang dilakukan oleh Rasullah shallahu 'alayhi wasallam terhadap Ibnu Shayyad, seorang dukun Yahudi.

Rasullahu shalallahu 'alayhi wasallam bersabda : "Barang siapa yang mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari." (HR Muslim)

Ancaman ini ditujukan kepada orang yang mendatanginya dan sekedar bertanya. Sedangkan orang yang membenarkannya, maka ia kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shalallahu 'alayhi wasallam. Beliau bersabda : "Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang ia katakan, sungguh, ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad shalallahu 'alayhi wasallam". (HR Tirmidzi)


Serem kan? hehe :D



Semoga kita dijauhkan dari hal-hal semacam ini.
Semoga kita jangan sampai secara tidak sengaja menjadi orang yang termasuk salah satu dari hadits diatas. amiin.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Tenang aja, jika Bertaqwa..

Dikirim ke member Share Islam : 18 November 2010 at 05:56


Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh

hehe maaf ya udah rada jarang kirim message..

kali ini kita membahas keberuntungan orang-orang bertaqwa. enak lhoo.
bagi yang lagi banyak masalah, atau lagi sibuk banyak kerjaan,bingung mau milih jalan mana..

1.) Pilihlah jalan yang bikin kita tetep deket sama Allah. karena..
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. " QS 65:2

jadi jalan keluar itu bukan kita yang ciptain, bukan juga kita yang nemuin. tapi Allah. bergantunglah kepada Allah.

"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. " QS 112:2


2.) "Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.." QS 65:3

lalu Allah juga akan mencukupi keperluan-keperluan kita. bila kita bertaqwa.

3.) " Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " QS 65:3

"Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. " QS 35:31


semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh



___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Amalan banyak bisa menjadi 0

Dikirim ke member Share Islam : 02 November 2010 at 17:19


Assalamu'alaykum

kali ini kita membahas penyebab rusaknya amal.
1) Ketika sendiri dia bandel.

berikut adalah sabda Rasullah shallahu 'alayhi wasallam :
"Sungguh, aku tahu (bahwa) beberapa kaum dari ummatku ada yang datang pada hari Kiamat dengan kebaikan sebesar gunung Tilamah, lantas Allah menjadikannya bagikan debu yang beterbangan."

Tsauban berkata : "Wahai Rasullah, sebutkanlah sifat-sifat mereka kepada kami, jelaskanlah ciri-ciri mereka kepada kami, agar kami tidak masuk dalam golongan mereka, sedangkan kami tidak menyadarinya."

Beliau bersabda: "Ketahuilah, mereka adalah saudara kalian dan kulit mreka juga sama seperti kalian. Mereka menjadikan sebagian malam untuk beribadah sebagaimana yang kalian. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang apabila sedang bersendiri, mereka melanggar larangan-larangan Allah." (HR Ibnu Majah)

Hadits tersebut Shahih.


semoga kita semua dapat menjaga diri dari dosa ketika bersama orang banyak maupun sendiri.
amiin


Wassalamu'alaykum



___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Surga

Dikirim ke member Share Islam : 27 October 2010 at 06:58

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

maaf ya baru kirim message lagi.haha
soalnya baru selesai di ospek dan uts. :D


Siksa Neraka Melupakan semua nikmat dunia. dan nikmat Surga Membuat kita lupa akan semua kesusahan di dunia

dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Pada hari kiamat akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling nikmat hidupnya di dunia, lantas ia dicelupkan ke dalam neraka dengan sekali celupan. Kemudian ia ditanya, wahai anak Adam apakah kamu pernah merasakan kesenangan, apakah kamu pernah mencicipi kenikmatan? maka dia menjawab, 'tidak, wahai Tuhanku'.

Kemudian didatangkan seorang penghuni surga yang paling susah hidupnya di dunia, lantas ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan, kemudian ditanya, wahai anak Adam apakah kamu pernah merasakan kesusahan? apakah kamu pernah mencicipi kegetiran hidup? maka ia menjawab, tidak, wahai Tuhanku. Saya tidak pernah merasakan kesusahan dan tidak juga pernah merasakan kegetiran hidup sama sekali". (HR Ahmad, Lihat Shahiihul Jaami')

jadi saking sakitnya di Neraka, saking ga enaknya, saking ga nyamannya disana, orang sampai lupa semua kebahagiaan yang ada di dunia.
walaupun dia di dunia punya ferrari, punya rumah dimana-mana, kerja di perusahaan asing, anak-anaknya berhasil semua ataupun punya pasangan yang baik. bakal lupa deh semua kenikmatannya kalo sempeeet masuk neraka sekali aja.



dari Bani Fihr, berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dunia bagi akhirat itu tidak lain seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut lalu perhatikanlah apa yang dibawa kembali." (HR Tirmidzi)

Jadi permisalan kebahagian akhirat itu laut, dan dunia itu air yang menetes dari jari setelah dicelupkan. hehe



dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang jika para pengendara berjalan di bawah naungannya seratus tahun lamanya tidak akan dapat melewatinya". (Muttafaq 'alaih)



semoga kita semua masuk surga tanpa mampir ke neraka walaupun sebentar aja. hehe
soalnya nanti bakal lupaa lhoo semua kenikmatan dunia
semoga bermanfaat

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Untuk mas @masarmy :)

wah bagus sekali jawaban banyak mas. hehe
diskusi yuk mas.

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


nah, ana masih mau tanya nih yah
1.) 'oh iya. Kalau kita meniru bersenang2 dalam hal yg tdk manfaatnya, tdk hanya milad. Bukan milad pun jg dilarang..'

jadi kalau misalnya ada manfaatnya boleh kita tiru ya mas?

Pake baju kan ada manfaatnya kan, biar ga dingin dan menutup aurat, juga menghindari dari panas, tapi yah bagaimana dengan hadits ini?

dari Abdullah bin Amr radhiyallahu Anhu , ia berkata : "Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya ketika menyaksikan bahwa ia mengenakan dua pakaian celupan "Sesungguhnya pakaian ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka jangan engkau memakainya." (HR Muslim)


2.) "Rasulullah berpuasa pada hari lahirnya. Kalau antum sempat, cek sj di google sepertinya ada ttg itu."

ini benar, ada riwayat dari Imam Muslim

"Kemudian beliau ditanya lagi mengenai puasa sehari dan berbuka dua hari, beliau menjawab: "Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk melakukannya." Lalu beliau ditanya mengenai puasa pada hari senin, beliau menjawab: "Itu adalah hari, ketika aku dilahirkan dan aku diutus (sebagai Rasul) atau pada hari itulah wahyu diturunkan atasku." Kemudian beliau bersabda: “Puasa tiga hari pada setiap bulan dan ramadan hingga ramadan berikutnya adalah puasa dahr.” Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada Arafah, maka beliau menjawab: "Puasa itu akan menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang." Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada hari 'Asyura`, beliau menjawab: "Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu." (HR Muslim)


Juga ada riwayat dari Abu Dawud
Diriwayatkan dari Usamah bin zaid, dia berkata, "Sesungguhnya Rasullah shallallahu 'alaihi wasalaam selalu berpuasa pada hari Senin dan Kamis, manakala beliau ditanya tentang hal tersebut, beliau menjawab : 'Sesungguhnya amal-amal hamba dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis.'

namun yang jadi pertanyaan saya,
1. Kita disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis itu karena mengikuti Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam atau mengikuti sunnah Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam yang berpuasa pada hari Kelahirannya yaitu Senin?

Berarti saya lahir hari Sabtu, saya puasa Kamis dan Sabtu dong mas?


2. Jikalau memang disunnahkan untuk berpuasa pada hari kelahirannya masing-masing, berarti setiap orang berbeda-beda doong puasa sunnahnya? berarti saya Sabtu-Kamis ya mas?

Bagaimana dengan contoh dari Sahabat yang berada pada zaman Nabi? Bukankah mereka kalo ada apa-apa langsung nanya ke Nabi, apakah ada riwayat bahwa Abu Bakar berpuasa pada hari kelahirannya?


bahwasanya mereka itu
“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Oh iya, misalnya kan tahun 1993 saya lahir hari sabtu, lalu tahun 2011 tanggal lahir saya jatuh hari minggu. jadi setelah itu saya puasanya Minggu-Kamis atau gemana nih mas?


3.) "Rasulullah jg berbahagia di 1 syawal serta 10 Dzulhijjah."

Yah terus kenapa mas? Kan itu emang hari raya yang dibilang oleh Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam
Pada hari Ied, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan sekarang ini adalah hari raya kita." (HR Bukhari)

dari Hafshah berkata, "Dahulu kami melarang anak-anak gadis remaja kami ikut keluar untuk shalat pada dua hari raya. Hingga suatu hari ada seorang wanita mendatangi desa Qashra Banu Khalaf, wanita itu menceritakan bahwa suami dari saudara perempuannya pernah ikut berperang bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak dua belas peperangan, ia katakan, 'Saudaraku itu hidup bersama suaminya selama enam tahun.' Ia menceritakan, "Dulu kami sering mengobati orang-orang yang terluka dan mengurus orang yang sakit.' Saudara perempuanku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Apakah berdosa bila seorang dari kami tidak keluar (mengikuti shalat 'Ied) karena tidak memiliki jilbab?" Beliau menjawab: "Hendaklah kawannya memakaikan jilbab miliknya untuknya (meminjamkan) agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan mendo'akan Kaum Muslimin." Ketika Ummu 'Athiyah tiba aku bertanya kepadanya, "Apakah kamu mendengar langsung dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?" Ummu 'Athiyah menjawab, "Ya. Demi bapakku!" Ummu 'Athiyah tidak mengatakan tentang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali hanya mengatakan 'Demi bapakku, aku mendengar beliau bersabda: "Hendaklah para gadis remaja dan wanita-wanita yang dipingit di rumah, dan wanita yang sedang haid ikut menyaksikan kebaikan dan mendo'akan Kaum Muslimin, dan wanita-wanita haid menjauh dari tempat shalat." Hafshah, "Aku katakan, "Wanita haid?" Wanita itu menjawab, "Bukankah mereka juga hadir di 'Arafah, begini dan begini?" (HR Bukhari)


namun, apakah kita perlu mengikuti Hari Raya orang kafir?

padahal
diriwayatkan dari Abu Ghathfan bi Tharif al-Muri, ia berkata, "Aku mendengar Ibnu 'Abba berakta, 'Ketika Rasullah shalallahu 'alaihi wasallam berpuasa 'Asyuara dan beliau menganjurkan para Sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, 'Wahai Rasullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.' Kemudian beliau bersabda, 'Kalau begitu, pada tahun yang akan datang kita akan berpuasa pada hari yang kesembilan insya Allah.' Ibnu 'Abbas berkata, 'Akan tetapi belum sampai tahun depan, Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam telah meninggal dunia." (HR Muslim, Abu Dawud)


4.) maksud ini gemana ya mas "dan jg yg paling penting, perayaan milad dan maulid bukan beribadah pada shahibul hajatnya." ?
shahibul hajat saya cari di google artinya tuan rumah. maksudnya gemana sih mas?


makasih mas atas tanggapannya. barakallahufiikum



___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Sedikit tentang Tasyabbuh (5)

Hukum menghadiri pesta ataupun perayaan Ulang Tahun

Syaikh Abdul Aiz bin Abdullah bin Baz :

Dalil-dalil syari'at dari Al-Kitab dan As-Sunnah telah menunjukkan bahwa peringatan hari kelahiran termasuk bid'ah yang diada-adakan dalam agama dan tidak ada asalnya dalam syari'at yang suci, maka tidak boleh memenuhi undangannya karena hal itu merupakan pengukuhan terhadap bid'ah dan mendorong pelaksanaannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

"Artinya : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah." [Asy-Syura: 21]

Dalam ayat lain disebutkan,

"Artinya : Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari'at (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertaqwa." [Al-Jatsiyah: 18-19]

Dalam ayat lainnya lagi disebutkan,

"Artinya : Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)." [Al-A'raf : 3]

Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

"Artinya : Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak." [1]

Dalam hadits lainnya beliau bersabda,

"Artinya ; Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Saw, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat." [2]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang semakna.

Di samping perayaan-perayaan ini termasuk bid'ah yang tidak ada asalnya dalam syari'at, juga mengandung tasyabbuh (menyerupai) kaum Yahudi dan Nashrani yang biasa menyelenggarakan peringatan hari kelahiran, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan agar tidak meniru dan mengikuti cara mereka, sebagaimana sabda beliau,

"Artinya : Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal dengan sejengkal dan sehasta dengan sehasta, sampai-sampai, seandainya mereka masuk ke dalam sarang biaivak pun kalian mengikuti mereka." Kami katakan, "Ya Rasulullah, itu kaum Yahudi dan Nashrani?" Beliau berkata, "Siapa lagi." [3]

Makna 'siapa lagi' artinya mereka itulah yang dimaksud dalam perkataan ini. Kemudian dari itu, dalam hadits lain beliau bersabda,

"Artinya : Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka” [4]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang semakna.

Semoga Allah menunjukkan kita semua kepada yang diridhai-Nya.

[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutannawwi’ah, juz 4, hal. 283]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al Masa’il Al-Ashriyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

__________

Foote Note

[1]. Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Al-Aqdhiyah (18-1718). Al-Bukhari menganggapnya mu'allaq dalam Al-Buyu' dan Al-I'tisham.

[2]. Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).

[3]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim: Al-Bukhari dalam Ahaditsul Anbiya' (3456). Muslim dalam Al-‘Ilm (2669).

[4]. Ahmad (5094, 5634). Abu Dawud (4031)

almanhaj.or.id


___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Sedikit tentang Tasyabbuh (6)

Hukum merayakan ulang tahun

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz :

Tidak diragukan lagi bahwa Allah telah mensyari'atkan dua hari raya bagi kaum muslimin, yang pada kedua hari tersebut mereka berkumpul untuk berdzikir dan shalat, yaitu hari raya ledul Fitri dan ledul Adha sebagai pengganti hari raya-hari raya jahiliyah. Di samping itu Allah pun mensyari'atkan hari raya-hari raya lainnya yang mengandung berbagai dzikir dan ibadah, seperti hari Jum'at, hari Arafah dan hari-hari tasyriq. Namun Allah tidak mensyari'atkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. Bahkan dalil-dalil syar'i dari Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan bahwa perayaan-perayaan hari kelahiran merupakan bid'ah dalam agama dan termasuk tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan lainnya. Maka yang wajib atas para pemeluk Islam untuk meninggalkannya, mewaspadainya, mengingkarinya terhadap yang melakukannya dan tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang dapat mendorong pelaksanaannya atau mengesankan pembolehannya baik di radio, media cetak maupun televisi, berdasarkan sabda Nabi Saw dalam sebuah hadits shahih.

"Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak." [1]

Dan sabda beliau,

"Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak."[2]

Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya dan dianggap mu'allaq oleh Al-Bukhari namun ia menguatkannya.

Kemudian disebutkan dalam Shahih Muslim dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa dalam salah satu khutbah Jum'at beliau mengatakan.

"Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat."[3]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna. Disebutkan pula dalam Musnad Ahmad dengan isnad jayyid dari Ibnu Umar , bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia dari golongan mereka."[4]

Dalam Ash-Shahihain disebutkan, dari Abu Sa'id Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

"Artinya : Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan, seandainya mereka masuk ke dalam sarang biawak pun kalian mengikuti mereka." Kami bertanya, "Ya Rasulullah, itu kaum Yahudi dan Nashrani?" Beliau berkata, "Siapa lagi."[5]

Masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini, semuanya menunjukkan kewajiban untuk waspada agar tidak menyerupai musuh-musuh Allah dalam perayaan-perayaan mereka dan lainnya. Makhluk paling mulia dan paling utama, Nabi kita Muhammad, tidak pernah merayakan hari kelahirannya semasa hidupnya, tidak pula para sahabat beliau pun, dan tidak juga para tabi'in yang mengikuti jejak langkah mereka dengan kebaikan pada tiga generasi pertama yang diutamakan. Seandainya perayaan hari kelahiran Nabi, atau lainnya, merupakan perbuatan baik, tentulah para sahabat dan tabi'in sudah lebih dulu melaksanakannya daripada kita, dan sudah barang tentu Nabi Saw mengajarkan kepada umatnya dan menganjurkan mereka merayakannya atau beliau sendiri melaksanakannya. Namun ternyata tidak demikian, maka kita pun tahu, bahwa perayaan hari kelahiran termasuk bid'ah, termasuk hal baru yang diada-adakan dalam agama yang harus ditinggalkan dan diwaspadai, sebagai pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagian ahli ilmu menyebutkan, bahwa yang pertama kali mengadakan perayaan hari kelahiran ini adalah golongan Syi'ah Fathimiyah pada abad keempat, kemudian diikuti oleh sebagian orang yang berafiliasi kepada As-Sunnah karena tidak tahu dan karena meniru mereka, atau meniru kaum Yahudi dan Nashrani, kemudian bid'ah ini menyebar ke masyarakat lainnya. Seharusnya para ulama kaum muslimin menjelaskan hukum Allah dalam bid'ah-bid'ah ini, mengingkarinya dan memperingatkan bahayanya, karena keberadaannya melahirkan kerusakan besar, tersebarnya bid'ah-bid'ah dan tertutupnya sunnah-sunnah. Di samping itu, terkandung tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah dari golongan Yahudi, Nashrani dan golongan-golongan kafir lainnya yang terbiasa menyelenggarakan perayaan-perayaan semacam itu. Para ahli dahulu dan kini telah menulis dan menjelaskan hukum Allah mengenai bid'ah-bid'ah ini. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.

[1]. Muttafaq ‘Alaih: Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718).

[2]. Al-Bukhari menganggapnya mu'allaq dalam Al-Buyu' dan Al-I'tisham. Imam Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).

[3]. HR. Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).

[4]. HR. Abu Dawud (4031), Ahmad (5093, 5094, 5634).

[5]. HR. AI-Bukhari dalam Al-I’tisham bil Kitab was Sunnah (7320). Muslim dalam Al-Ilm (2669).

[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 4.hal.81]

almanhaj.or.id



___________________________________________________________________________________________________________
Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Jika ada di tulisan ini yang tidak sesuai keduanya, maka tinggalkanlah. Segera ikuti Al-Quran dan Sunnah

Followers